Release

The Synergy
to Move Forward
Release
September 8, 2019

Tunas Inti Abadi Raih Penghargaan Predikat Gold ISDA 2019

Click to Enlarge

BANJARMASIN, 8 SEPTEMBER 2019. PT Tunas Inti Abadi (TIA) berhasil meraih penghargaan dengan predikat Gold dalam ajang 'Indonesian Sustainable Development Goals Award' (ISDA) 2019 yang diselenggarakan di Menara Bidakara Jakarta Jumat malam (6/9).  Penghargaan tertinggi yang diraih oleh anak usaha PT ABM Investama Tbk tersebut adalah program pemberdayaan ekonomi bertajuk “Pembangunan Kemandirian Desa Binaan dengan Badan Usaha milik Desa (BUMDes)”.

Selain itu, TIA juga berhasil meraih penghargaan untuk program konservasi lingkungan hidup dan kategori perorangan pengelola CSR tingkat pelaksana. Program konservasi lingkungan yaitu “Membangun Kawasan Hutan Lestari pada Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Kalimantan Selatan berhasil meraih penghargaan dengan predikat silver. Sementara pada kategori perorangan, TIA berhasil meraih penghargaan Terbaik 3.

Indonesian Sustainable Development Goals Award adalah penghargaan yang diberikan kepada perusahaan yang memiliki komitmen kuat untuk di bidang pengembangan masyarakat maupun peduli pada lingkungan disekitarnya secara konsisten dan berkesinambungan. ISDA 2019 diikuti oleh 61 perusahaan dari berbagai sektor usaha dan 153 program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami berterima kasih bahwa upaya pemberdayaan ekonomi dan konservasi lingkungan hidup yang telah kami lakukan mendapatkan apresiasi positif. Hal ini akan semakin memacu kami untuk terus melanjutkan kegiatan ini secara berkesinambungan,” kata Kepala Teknik Tambang TIA Hari Sutikno.

Lebih lanjut Hari Sutikno menerangkan bahwa TIA berupaya agar program CSR bersinergi dengan upaya pengembalian fungsi lahan sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh regulasi pertambangan. Dengan memilih program yang bisa menjadi aktivitas penunjang operasi, hal ini akan sejalan kewajiban Perusahaan untuk mengembalikan fungsi lahan menjadi produktif seperti sediakala.   

“Program-program CSR yang dilakukan sejalan dengan tahapan penambangan yang dilakukan, yaitu dengan berpedoman pada tata kelola praktik penambangan yang baik (best mining practices),” kata Sutikno.

Predikat tertinggi ISDA ini melengkapi capaian yang telah diraih perusahaan sebelumnya di tahun 2019, yaitu penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk kategori Inspirator Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan penghargaan Platinum untuk Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS dari Menteri Tenaga Kerja.

Sutikno menuturkan bahwa Perusahaan menjadikan CSR sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial terhadap pemangku kepentingan sekaligus menjadi wujud peran aktif sebagai mitra pemerintah dalam pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). 

“Kami juga berupaya untuk menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan tujuan pembangunan  berkelanjutan global (Sustainable Development Goals). Harapannya, program-program ini bisa terus dilanjutkan oleh masyarakat setelah Perusahaan tidak lagi beroperasi, agar mereka sendiri bisa meningkatkan taraf kesejahteraannya” tambahnya.

Sementara itu Direktur Utama PT ABM Investama Tbk Andi Djajanegara mengatakan, program-program CSR yang dijalankan ABM dan anak usaha, difokuskan pada upaya untuk mendukung peningkatan dan perbaikan kualitas hidup masyarakat.

“Kami berterima kasih bahwa komitmen ABM Group dalam berbagai program CSR, khususnya di sekitar wilayah operasi mendapatkan perhatian dan penghargaan. Harapan kami kontinuitas program ini akan memberikan dampak positif dalam pemberdayaan masyarakat untuk jangka panjang," kata Andi.

Melalui kegiatan ini, Andi berharap bahwa kemitraan yang dijalin dapat mendukung upaya pencapaian SDGs nasional. “Pencapaian ini merupakan bukti bahwa setiap anak usaha kami selalu memiliki semangat dalam melahirkan program-program pemberdayaan masyarakat untuk generasi di masa depan, yang menunjukkan bahwa tambang membawa manfaat untuk untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam rangka memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan (stakeholder),” tutup Andi.