Article

The Synergy
to Move Forward
Release
April 17, 2018

Garap Potensi Wisata, Perusahaan Tambang Ini Sudah Membangun Empat Gugusan Terumbu Karang

Click to Enlarge

Banjarmasinpost.co.id | Banjarmasin - Meskipun dinilai tak lagi seksi, namun sektor batu bara tak bisa serta merta ditinggalkan. Apalagi saat ini jumlah perusahaan yang bergerak di bidang ini di Kalsel masih cukup banyak.

Menurut data Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Kalsel, setidaknya masih ada 317 pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara, terdiri dari 17 izin eksplorasi dan 300 izin operasi produksi. Namun dari 300 pemegang izin operasi, tinggal 80 pemegang IUP yang masih beroperasi. Perusahaan pemegang IUP yang masih beroperasi salah satunya adalah PT Tunas Inti Abadi (TIA).

Dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Prospek Batu Bara Kalimantan Selatan Kini dan Masa Depan kemarin, perwakilan PT TIA pun mengungkapkan strategi perusahaan menghadapi tantangan terkini.

Kepala Tehnik Pertambangan PT Tunas Inti Abadi (TIA), Hari Sutikno, mengatakan memaksimalkan manfaat pertambangan batu bara tanpa melupakan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat adalah hal yang wajib dipertimbangkan.

Hal ini sebagai tanggung jawab kepada masyarakat, khususnya generasi mendatang. Beroperasi di wilayah Kalsel, PT TIA berupaya melakukan pemulihan lingkungan pascatambang. Di antaranya memanfaatkan lahan bekas tambang menjadi lahan pertanian, perkebunan, peternakan dan kehutanan.Untuk menggarap potensi wisata pascatambang pihaknya antara lain juga sudah membangun empat gugusan terumbu karang, di antaranya di Angsana.

Ketua Asosiasi Pemegang Izin dan Kontraktor Tambang (Aspektam) Provinsi Kalsel, Solikhin, mengatakan seluruh pengusaha industri batu bara seharusnya lebih bisa memikirkan kesejahteraan masyarakat di daerah pertambangan.

"Jangan sampai kita dua kali kehilangan manfaat dari potensi alam seperti yang terjadi pada industri kayu dulu. Tidak ada jalan mulus dan rumah sakit mewah hasil dari industri kayu di Kalsel," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Minerba Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Kalsel, A Gunawan Harjito, mengatakan pemerintah mulai mengurangi ketergantungan terhadap batu bara. Untuk energi lokal pihaknya mengembangkan bioenergi memanfaatkan cangkang dan pelepah pohon sawit.

Editor: Edinayanti

SUMBER