Article

The Synergy
to Move Forward
Release
April 3, 2012

ABMM Targetkan Pendapatan 2012 Sebesar Rp 9,94 T

Click to Enlarge

TARGET KINERJA ABMM

Jakarta - PT ABM Investama Tbk (ABMM) menargetkan pendapatan di akhir 2012 mencapai Rp 9,94 triliun. Angka tersebut bertumbuh hingga 50% dibanding pendapatan tahun 2011. Kenaikan ini dipicu oleh pertumbuhan penjualan yang kuat dari anak usaha ABMM.

Direktur Utama ABMM Andi Djajanegara menuturkan, pendapatan ABMM di akhir 2011 mencapai Rp 6,63 triliun alias naik 47,7% dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun 2010 yang sebesar Rp 4,49 triliun.

Saat ini, PT Reswara Minergi Hartama (Reswara) yang merupakan anak usaha ABMM telah mengoperasikan pertambangan batubara di Kalimantan Selatan yang sejalan dengan pengoperasian pelabuhan secara penuh di lokasi tersebut. ABMM juga memastikan pembangunan infrastruktur pertambangan batubara di Aceh dan ditargetkan rampung di semester kedua 2013 sehingga dapat beroperasi penuh.

Paling tidak, hingga saat ini, Reswara telah mengantongi kontrak jual beli batubara sebesar 2 juta ton dengan Subham Corporation Pvt. Ltd India. "Kontrak jual beli ini berasal dari anak usaha Reswara yaitu PT Tunas Inti Abadi," tambah Andi.

Dari kedua tambang yang dimiliki tersebut, total cadangan batubara sekitar 221 juta ton. Produksi batubara Reswara yang low ash dan low sulfur saat ini memiliki permintaan yanh tinggi dari perusahaan pembangkit listrik di dalam dan luar negeri seperti India, China, Thailand dan Filipina.

Tahun ini pun anak usaha ABMM tersebut targetkan produksi batubara bisa mencapai 5,5 juta ton. Produksi tersebut terbagi antara tambang di Kalimantan Selatan yaitu dari PT Tunas Inti Abadi yang ditargetkan menyumbang 4,5 juta ton. Sementara dari PT Media Djaya Bersama yang memiliki tambang di Aceh yang diperkirakaan baru menyumbang 1 juta ton.

Sementara di 2013, produksi batubara bisa lebih terkerek naik hingga 12,5 juta ton. Dimana dari tambang Aceh diperkirakan sudah dapat memproduksi batubara sebesar 7,5 juta ton. Sedangkan di Kalimatan Selatan hanya naik tipis ke produksi 5 juta ton.

Copyright : Kontan (Anna Suci Perwitasari)