Article

The Synergy
to Move Forward
Release
April 3, 2012

ABMM Finalisasi Kontrak Batubara dengan China

Click to Enlarge

INILAH.COM, Jakarta - PT ABM Investama Tbk (ABMM) sedang melakukan finalisasi kontrak jual beli batu bara dengan perusahaan asal China sebesar 2 juta ton hingga 2,5 juta ton.

Hal itu disampaikan Direktur Strategi Corporate PT ABM Investama Tbk Yovie Priadi seusai konfrensi pers perseroan, Selasa (3/4/2012). "Kami sedang lakukan finalisasi dengan perusahaan China untuk kontrak jual beli batu bara. Jumlahnya mencapai 2 juta hingga 2,5 juta ton. Kami harapkan dapat menyelesaikan dalam satu bulan hingga dua bulan ini," ujar Yovie.

Lebih lanjut ia mengatakan, kontrak jual beli batu bara ke China tersebut akan berasal dari tambang batu bara di Kalimantan Selatan. Sebelumnya perseroan melalui PT Reswara Minergi Hartama melalui anak usahanya telah mengantongi kontrak jual beli batu bara sebesar 2 juta ton dengan Subham Corporation Plt. Ltd, India. Perseroan menargetkan produksi sebesar 5,5 juta ton pada 2012 dari periode sama sebelumnya 2,2 juta ton.

Perseroan menargetkan harga rata-rata jual batu bara mencapai US$49-US$50 pada 2012 dibandingkan tahun sebelumnya US$48,1. Yovie mengatakan, penjualan batu bara tidak hanya ke India dan China tetapi juga ke Thailand, Filipina, dan Malaysia."Kalau penjualan untuk pasar domestik kami sangat sedikit, tidak sampai 500 ribu ton. Kalau penjualan batu bara domestik lebih ke spot," tambah Yovie.

Selain itu, perseroan akan masuk ke PLTU mulut tambang. Di mana perseroan telah mengakuisisi pembangkit listrik di mulut tambang di Aceh. Saat ini, perseroan telah mengakuisisi 15 MW. Perseroan akan meningkatkan kapasitas tersebut.

Perseroan akan menganggarkan belanja modal sebesar US$335 juta pada 2012 untuk mendukung usaha perseroan. Dana tersebut bersumber dari hasil penawaran umum saham perdana tahun 2011 dan sisanya bersumber dari pinjaman. Saat ini perseroan telah bekerjasama dengan Bank Mandiri, DBS, Bank OCBC, dan ANZ. "Komposisi pinjaman berasal dari perbankan sebesar 70% dan internal sebesar 30%, kami akan menjaga DER 300 kali pada 2012." kata Direktur Keuangan PT ABM Investama Tbk Willy Adipradhana.

Saat ditanya mengenai pembagian dividen, Yovie menuturkan, pihaknya baru membagikan dividen pada 2013 sesuai kebijakan perseroan maksimum hingga 35%.

Perseroan mencatatkan laba bersih naik 226% menjadi Rp415,74 miliar pada 2011 sedangkan pendapatan naik 47,70% menjadi Rp6,63 triliun. [cms]

Copyright : Inilah.com (Agustina Melani)